Jumat, 07 Maret 2014

~ MiYuNa ~

Jam 06.30 pagi, mama sudah di ruang klinik eksekutif Radioterapi Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta, setelah drop kalian ke sekolah masing-masing. Hari ini Ayu ulang tahun ke 16. Hihihi...kita kompakan pura-pura cuek 'ngasih' selamatnya, bahkan mbak Mimi masih di salam selimut bilang "Selamat" lalu lanjut merem lagi. Ah kejutan yang sukses!
     
"Ayu, selamat ulang tahun yang ke 16, doa Mama tentu yang terbaik untuk Ayu... Makin cantik, bukan hanya fisik saja, namun juga batin, jaga sholat, jaga nama, baik nama Ayu sendiri, namun juga nama mama, papa, keluarga, semoga Allah selalu menuntunmu menelusuri jalan hidupmu, dan menjadikanmu wanita mulia di hadapanNya, aamiin.."

Sekarang mama lagi menunggu giliran radioterapi, dapat nomer 8, biasanya siiihhh jam 9 sudah selesai, karena mulainya jam 8 dan terapinya singkat. Tapi hari ini kurang oke nih kondisi tubuh, tadi pagi bangun jam 2 dan susah tidur lagi. Punggung agak terasa panas. Mudah-mudah nanti mereda.

As you know, minggu lalu tepatnya hari Kamis tanggal 27 Februari 2014, dokter Walta Gautama, onkolog mama bilang bahwa di dalam di payudara kiri mama ada tumor ganas yang menjalar ke tulang belakang, tulang panggul, tulang kaki, tulang dada, sedikit di lengan kiri dan paru. Komplit sekomplitnya 😊. Kaget? Jelas. Tapi ya sudahlah ini semua pasti kehendak Allah yang terbaik untuk mama dan juga kalian. Cemas? Pasti. Mikir uangnya, mikir kalian, mikir usia yang mungkin, mungkiiiiinnnn tak terlalu lama lagi. Uuugghhhh banyak hal loncat-loncat di dalam kepala. Tapi kata Allah, tidak mungkin Ia berikan ujian melebihi kekuatan ummatNya. Jadi kita kuat dong ya? Jelaasssssssss....

Orang lain belum tentu bisa menerima kenyataan ini seringan kita. Ya nggak siiihh?

Oh hari ini mbak Mimi terima raport! Nanti kita baca bersama yaa..mudah-mudahan rankingnya naik, aamiin. Karena ranking penting kalau SMA buat "undangan". 

Sudah jam 07.30  masih setengah jam lagi mulainya. Mama ngantukk.. Nanti mau mampir ke ruang dr Aldrin ah.. Mau nunut tidur sebentar 😊. Enak juga punya terapis pribadi seperti dia, baik hati dan tidak sombong. Aih... Itu juga berkat bude Rinni keleuussssss...
See you at lunch, girls..

Mom


Kamis, 06 Maret 2014

~ sapa ~

batas senja dengan kelam sudah tak kentara lagi
ketika kakiku yang letih menekuni harapan itu satu per satu
ketika lenganku yang lemah berayun pelan
hanya ada suara rintih menemani
lirih, rintihku sendiri

dan ketika yang bernama hari telah berganti sebutan menjadi malam
langkahku sudah terasa begitu lelah, makin lelah
aku nyaris mengalah
pasrah
bahkan untuk menunduk pun aku lelah

lalu tiba-tiba terasa lenganku tersentuh entah oleh apa
karena demikian gelap
aku menggapai-gapai mencari jawaban
dan tanganku tergenggam, erat
dan terdengar bisik perlahan

"Ini aku"
suara yang kukenal
ya, itu pasti kau
yang kerap menyapaku dengan caramu yang hanya khasmu
"Aku bersamamu, selalu"

Jakarta, medio Maret, ketika yah..ketika...

Minggu, 02 Maret 2014

I'm Back..

Nyaris setahun aku tak menyentuh blog ini. Bilik yang dulu jadi tumpahan puisi-puisiku. Why now? Why NOT? I miss this. I need this. I feel that I need to write something. Jutaan hal melingkar-lingkar dalam otakku beberapa minggu ini, yang sulit sekali kutuangkan dalam bahasa verbal. 

So, let's start again...

See you...very soon...

Minggu, 05 Mei 2013

~ lekat ~

ketika bumi diluluh-lantakkan air yang demikian ganas
mengikis sisi-sisinya
mengiris-iris kulit perutnya dengan tanpa belas kasih
aku hanya punya namamu yang tampaknya selalu nyata
enggan pergi

bayangkan
bahkan hujan yang terderas pun tak mampu menghapusmu
dari hatiku
l e k a t

Antara Jakarta - Jeddah, detik demi detik

~ menggenggam pasir ~

sebuah rasa untuk FTS

mengapa pasir berbulir-bulir nakal menyeruak di tepian hati
setelah engkau tiup-tiupkan cinta di jiwa yang demikian letih
jiwa yang lelah merasakan fana
tinggal mati

seakan engkau tak peduli sorot mata sayuku yang tak percaya
tetap engkau tiupkan hingga berubah uap yang basah
mengembun dan lama kelamaan membeku
mengkristal
satu

berbulan hingga ke sembilan
aku masih bertanya tentang kesungguhanmu
menghentak, menyentak, membentak
hingga engkau menjadi singa
mengaum dan memuntahkan sirna
menjadikan aku sesal

kini aku makin letih
lebih letih dari sembilan bulan lalu
berat ditimpa penyesalan
luka dirudung perih
tertatih menyatukan bulir-bulir pasir itu
tapi apa daya hatimu terlanjur beku
dan tinggallah aku sendiri
menggenggam pasir
musnah

Jakarta, 28 April 2013

Rabu, 10 April 2013

~ dosa cinta ~

pernahkah kamu berpikir
bahwa saking cinta hingga dosa?
dosa yang membungkus tubuh ini bagai baju yang lengket rekat enggan minggat?
padahal dalam sentuh pun ia tidak
hanya menari-nari dalam kalbu yang sudah demikian lelah
sudah lelah dosa juga

seperti pagi ini yang tak kurang panasnya
mungkin karena tanah haus akan kemarau
setelah berbulan-bulan dipaksa berteman dengan air
aku mendadak tercekat dalam bisu yang tak kubuat-buat
aku mendadak tak mampu bersuara di depanmu
aku merasa dosa

kekasihku yang sungguh mulia hatimu
bersalut senyum yang tak pernah kurang
sorot mata hangat dalam kesederhanaan pikir dan laku
"my sweet simple man"
maafkan aku yang mendadak bisu
aku dosa karena terlalu mencintaimu

Jakarta, 10 April 2013

Selasa, 02 April 2013

~ aku kehilangan kemampuan menulisku sejak bersamamu ~

tentu,
karena cinta?
atau hanya kebekuan pikir semata?
atau hatiku yang terlalu penuh
dengan luapan itu?

ya, hatiku meluap-luap
sejak bersamamu
sejurus dengan hilangnya kemampuan menulisku
dan lalu puisi-puisi melankolis itu rasanya jadi tak perlu
muspra

aku kehilangan kemampuan menulisku
sejak bersamamu,
sejak senyummu,
sejak bahasamu,
sejak lenguhmu

aku lenyap bersamamu

Jakarta, 2 April 2013
Ketika jempol kuku kaki kananmu mblebu daging :)

Jumat, 29 Maret 2013

~ melukis hati ~

pada suatu malam yang basah di bulan ini
menjelang tengah malam kalau aku tak salah ingat
nada dering handphone yang tertentu darimu memecah hening
sedetik sesaat aku jengat menenangkan debar
selalu begitu

lalu suaramu menjadi alunan musik yang terus mengalun
mengajak hatiku untuk ikut hanyut
dalam sebuah simphoni yang terlalu indah untuk digambarkan
hatiku beriak-riak suka cita mendesak
untuk segera dituntaskan

dan puncak dahagaku seketika merentas
ketika bisikmu menyudahi malam yang kian menjelang pagi
engkau telah sukses melukis hatiku ketika itu
ketika serakmu bercampur lengas yang tegas mengucap
"I love you"

Jakarta, 26 Maret 2013
Terima kasih....:)

Selasa, 06 November 2012

~ tersita rasa ~

hatiku bertumpuk rindu
berdesak-desakan dengan malu
dan pilu yang teramat sangat
dan lidahku terlalu kelu untuk sekedar menyebut namamu
ah!

Jakarta, dalam curah hujan di bulan November 2012

Sabtu, 25 Agustus 2012

~ pantaskah rindu?~

api itu tak pernah padam, katamu
walau berjuta tahun melipat ribuan peristiwa
aku akan tetap menjadi sumbu yang terbakar oleh pendarmu
tidak akan pernah tidak, katamu
pasti

kepastianmu itu membawaku tenggelam ke dalam pusaran yang tak pernah henti
pusaran yang bernama memori
bernama nafsu
adakah cinta?
dan naik derajat menjadi kasih?
tak pasti

dan demi nafsu yang demikian meruntuk nurani
aku kembangkan rindu yang melingkar jiwa
dan mewarnai sumbu tadi menjadi merah membara
lalu kudengar desahmu yang serak
mendamba

dan pertanyaan selanjutnya adalah : lalu?
akankah kau bawa rindu ini 'tuk menjurakan rasa?
yang eka?
pantaskah rindu?
sudahkah cinta?

Jakarta 25 Agustus 2012